Abu Nawas (2) Ahkam (1) Akhlak (3) Al-Qur'an (3) Amal (2) Aplikasi (1) Aqidah (1) Cerita Islam (5) Cerita Nyata (3) Diskusi (1) Dosa (3) Dzikir (3) Haji (1) Haram (3) Hikmah (5) Ibadah (1) Idul Adha (6) Motivasi (2) Nabi (1) Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa sallam (1) Pengobatan (1) Puasa (2) Qurban (1) Ramadhan (3) Shalat (1) Syahwat (2) Tarawih (1) Zina (5)
Tampilkan postingan dengan label Cerita Nyata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Nyata. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Oktober 2012

Dr. Zakir Naik


Patrick.. Pemuda Eropa Masuk Islam dalam sebuah Diskusi Agama di Televisi Dalam sesi tanya jawab Patrick
bertanya kepada Dr.Zakir Naik :
“Kenapa Muslim tidak percaya bahwa Yesus adalah anak tuhan, jika manusia lahir dengan keberadaan ayah dan ibu maka Dia (Yesus) lahir hanya dengan ibu saja, jadi kenapa dia tidak bisa disebut sebagai anak tuhan?"

Doktor Zakir Naik menjawab :
Saudara Patrick, pertanyaan anda sangat bagus, ini pertanyaan penting… Kami muslim tidak ada persoalan apapun dengan proses kelahiran Yesus/ Isa yang lahir dari rahim seorang wanita perawan… Jika saja anda memperhatikan konteks di dalam bible, ‘Anak Tuhan’ yang dimaksud bukanlah seperti yang anda pahami.. jika anda membaca bible, disana dikatakan Adam adalah anak tuhan, Efraim adalah anak tuhan, Yesus adalah anak tuhan..


”.. Aku akan memimpin mereka ke sungai-sungai, dijalan yang rata, dimana mereka tidak akan tersandung sebab Aku talah menjadi bapa israel. Efraim adalah anak sulungku” (Jeremia 31:9)
”Anak Eros, anak Set, anak Adam, Anak Allah” (Lukas 3:38)
”Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka itu akan disebut
anak-anak Allah” (Matius 5:9).
Dan jika anda melihat BAB Roma ayat 8 :
”Semua orang yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.”

Saya tidak ada masalah sama sekali dengan hal tersebut, namun hingga hari ini masih terjadi kesalahpahaman, Jika anda menyebutkan semua manusia adalah anak tuhan (dipelihara oleh tuhan) saya tidak masalah.. Saya akan mengutip satu ayat yang amat sangat penting bagi kristiani :
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16)
jika anda mengikuti sejarah bible, tidak kurang dari 50 pakar bible yang mengatakan bahwa ayat ini telah
diubah, diganti, diedit, direvisi.. Siapa yg mengatakan? bukan Muslim Bukan Hindu, tapi para sarjana dan pakar sarjana kristiani! merekalah yang mengatakan bahwa ayat ini telah diubah, diganti, diedit, direvisi dan dirusak.. Jadi.. jika anda mengatakan Yesus adalah anak tuhan seperti juga adam, Efraim, saya tidak masalah.. Masalahnya adalah ketika anda mengatakan yesus adalah satu-satunya anak tuhan padahal alkitab tidak berkata seperti itu..

Dan Alquran membela dalam Surat Ali Imran Ayat 59 :
“Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia” Jadi jika anda katakan bahwa Yesus adalah tuhan karena dia tidak memiliki ayah.. Maka Adam adalah Tuhan yang lebih hebat karena bukan saja tidak memiliki ayah namun juga tidak memiliki ibu! Dan jika anda percaya bahwa Yesus adalah anak tuhan karena tidak memiliki ayah.. Maka anda juga harus percaya bahwa adam adalah anak tuhan yang lebih hebat lagi, karena tidak memiliki ibu! Jika anda tidak keberatan dengan pernyataan saya, maka anda harus mengakui bahwa anda telah salah dalam memahami konteks ayat pada bible… Pada bagian ini Patrick pun bertepuk tangan karena kagum dengan jawaban Doktor Zakir Naik…

Pada bagian sesi akhir acara, Patrick pun mengucap dua kalimat syahadat di depan ribuan audiens yg hadir..

Sumber : File Islam

Sabtu, 14 Juli 2012

Ratusan  pelayat  menyambut jenazah Dulmatin dengan takbir Allahu Akbar saat ambulans yang membawa tersangka teroris tersebut tiba di kediaman orang tuanya di Kelurahan Petarukan Kabupaten Pemalang, Jumat (12/3) dini hari.

Jenazah  sampai di rumah orang tuanya setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih tujuh jam dari RS Polri Soekanto Jakarta ke  Petarukan.

“Allahu akbar, Allahu akbar,” teriak para pendukung Dulmatin alias Joko Pitono alias Amar Usman.

Mereka terdiri dari sejumlah perkumpulan jemaah Islam  telah berada di kediaman H Jazuli Arwan, ayah tiri Dulmatin sejak Kamis malam.

Saat ambulans berada di depan rumah, mereka langsung berebut untuk turut menggotong peti mati berisi jasad Dulmatin ke dalam rumah.
Wartawan yang berusaha mengabadikan pun hanya di batasi sampai di jalan depan rumah.

Kemudian peti tersebut diangkat ke dalam rumah. Tutup peti pun dibuka dan para pelayat dipersilakan untuk terakhir kalinya melihat jenazah. Mereka harus antre karena terlalu banyaknya pelayat.

“Wajahnya  terlihat bersih dan bau wangi,” kata Muhtarom seusai melihat jenazah tersebut. (syk/alm/tribun)

Senin, 14 Mei 2012


3034859647_ffe66b42821

Ahad, 9 November 2008. Menjelang siang sebuah sms dari istri Asy Syahid (Insya Allah) Imam Samudra beredar di kalangan masyarakat Muslim. Begini isinya: Bismillah, Saya bersaksi Abdul Aziz bin Syihabuddin bin Nakhail Imam Samudra Qudamah SYAHID. Wajahnya bersih baunya harum… Alhamdulillah.

Informasi dari istri Imam Samudra rahimahullah ini diperkuat kesaksian adik beliau, Lulu Jamaluddin. “Jenazah kakak wangi sekali waktu dikeluarkan dari peti. Seperti minyak wangi yang sering dipakainya,” ujar Lulu Jamaluddin dikutip inilah.com, di rumahnya, Lopang Gede, Serang

Sementara itu, kakak Imam Samudra, Khoirul Anwar yang turut memasukan jenazah ke liang lahat begitu terpukau saat melihat sang adik terakhir kali. “Wajahnya seperti anak kecil yang baru saja dapat permen. Seperti bayi yang baru saja dimandikan bidan,” katanya. Lebih lanjut Khairul mengatakan, “Wajahnya begitu bahagia dan bersih. Bibirnya tampak senyum.”

Sementara itu dari Lamongan, koresponden Arrahmah yang berada di Tenggulun menceritakan bagaimana bau harum semerbak bertebaran dalam ruangan ketika mereka ingin melaksanakan sholat jenazah. “Bau harum semerbak bertebaran dalam ruangan. Kedua mujahid terlihat tersenyum dan wajahnya bersih, sangat bersih, serta jauh lebih tampan. Allahu Akbar!”

Foto wajah bahagia dan bersih disertai senyum tipis Asy Syahid (Insya Allah) Imam Samudra ini kemudian dipublikasikan secara luas oleh situs arrahmah.com dengan tulisan berjudul: “Asy Syahid Imam Samudra Bergabung Dengan Kafilah Syuhada”.

Sejak pemuatan foto eksklusif Imam Samudra tersebut, yakni hari Ahad, 9 November 2008 sore hari, situs arrahmah.com kebanjiran pengunjung yang sangat luar biasa. Antusias kaum Muslimin untuk mengetahui secara langsung foto orang yang syahid menyebabkan situs arrahmah.com berkali-kali mengalami down akibat beban pengunjung yang overload. Subhanallah!

Senyum dan Wangi Para Syuhada

Melihat senyum orang yang mati syahid (syuhada) membawa kesan tersendiri bagi orang-orang beriman. Dengan kain kafan seadanya, terkadang masih tercecer darah segar pasca pertempuran, selalu terlihat senyum tersungging indah di bibir mereka, meski dengan beragam ekspresi. Pancaran kegembiraan dan rasa puas yang tak terhingga seolah menjadi hal yang ingin mereka sampaikan kepada dunia.
Memang, Allah SWT telah menyiapkan bagi mujahidin dan orang-orang yang mati syahid di jalanNya berbagai karomah, anugerah, ketinggian derajat dan kedudukan yang tidak dapat dicapai melalui ibadah-ibadah yang lain.

Bahkan Nabi kita, tauladan kita, Muhammad SAW berkeinginan kuat untuk mendapatkan keistimewaan ini, mati syahid. Lihatlah, betapa manusia terbaik di alam ini bercita-cita pula untuk syahid fi sabilillah. Beliau SAW bersabda :

“Demi yang jiwa Muhammad berada di tanganya, aku ingin berperang lalu mati syahid, kemudian berperang lagi dan mati lagi, lalu berperang lagi dan mati lagi.”

Rasulullah SAW juga bersabda :

“Berdiri satu jam di jalan Allah adalah lebih baik daripada berdiri shalat pada malam lailatul qadar di samping Hajar Aswad.” (HR. Ibnu Hibban, Al Baihaqi, dan yang lain)
 
Jihad fie sabilillah adalah puncak tertinggi (dzarwatus sanam) Islam, sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

“Dzarwatus sanam (puncak tertinggi) Islam adalah jihad, tidak akan dapat mencapainya kecuali orang-orang yang paling utama di antara mereka.” (HR. Ath Thabrani)
  Syekh Abdullah Azzam, pelopor jihad abad modern, banyak menceritakan karomah jihad dan mujahidin, utamanya yang berjihad di Afghanistan. Beliau mengatakan bahwa di suatu ketika beliau sedang bersama Jalaluddin Haqqani di Paktia dan melihat seorang mujahidin yang syahid. Beliau melihat betapa cerahnya wajah si syahid seolah-olah memancarkan nur (cahaya). Saya teringat firman Allah yang berbunyi : “Wujuhun yauma idzin nadhirah”. Kami meneruskan perjalanan, lalu para pemuda yang hadir di sana satu sama lain bertanya, “Apakah kalian mencium bau wanginya?” “Ya” kata yang lain, “Wangi sekali…”
Ghulam Muhyiddin dari Wardak menceritakan bahwa pada bulan Ramadhan 1404 H, yang saat itu musim panas, gugur 15 mujahidin sebagai syuhada. Selama tiga bulan mereka berada di udara terbuka, kepanasan dan kedinginan, namun tidak seorang pun dari mereka yang berbau busuk, malah sebaliknya, bau mereka itu wangi.

Tentang wangi tubuh seorang yang mati syahid, Syekh Abdullah Azzam juga punya pengalaman sendiri. Ketika beliau membawa surat yang diambil dari kantong Asy Syahid Abdul Wahid, panglima Baghman yang gugur sesudah I’edul Adha tahun 1405 H. Surat yang terkena darah si syahid itu wangi sekali baunya, meskipun sudah dua bulan surat itu ada di tangan beliau sejak dia tewas. Selain itu, sebuah surat yang juga terkena darah syahid Yahya Siniyor, seorang mujahidin Arab berada di tangan Abul Hasan Al Madani lebih dari dua bulan. Namun bau wanginya masih tetap. Lalu sebagian dikirimkan kepada keluarganya agar dapat membuktikan sendiri bau wangi tersebut.

Dalam Risalah Taklimat, semacam peryataan sikap, Imam Samudra, Mukhlas, dan Amrozi rahimahullah pernah menyatakan : …Dan seandainya kami dieksekusi, maka cucuran dan tetesan darah kami-Insya Allah, bi izdnillah-akan menjadi nur (cahaya lentera) bagi kaum mukminin, dan menjadi nar (neraka, api penghangus) bagi kaum kafirin dan kaum munafiqin…

Foto Senyum Para Mujahidin

Banyak foto mujahidin yang diekspos media menampilkan mereka semua sedang tersenyum, misalnya foto asy syahid Syamil Basayev, seorang komandan mujahidin Chechnya, tersenyum tipis dengan wajah putih berseri di antara lebatnya jenggot beliau.

Begitu juga foto Syekh Abu Mus’ab Az Zarqawi, yang syahid akibat bombardir rudal pasukan kafir Amerika dan sekutu-sekutunya di Baqubah, Iraq. Fotonya dipublikasikan di seluruh media, terutama internet. Foto beliau nampak tersebyum tipis (seperti foto Imam Samudra) dan dengan wajah yang terlihat bersih dan utuh.
Begitu pula foto asy syahid Mulla Daadullah, mujahidin Afghanistan, juru bicara Emirat Islam Afghanistan, Juga foto Syekh Abdul Rashid Ghazi, ulama mujahidin yang syahid dibantai toghut Pakistan di Masjid Lal. Bahkan Komander Khattab, pemimpin Mujahidin Arab di Chechnya didokumentasikan oleh kawan-kawannya ketika syahid dan kaum muslimin dapat dengan mudah mengakses foto tersebut.

Dalam salah satu video produksi Ar Rahmah Media berjudul The Caravan of Syuhada In Afghanistan Land ; Seharum Angin Surga, seorang mujahid dari Afghanistan, Haidarah Hawin menceritakan bagaimana kondisi komandan beliau Usamah Al Hamawi, rahimahullah, yang mendapatkan kemuliaan mati syahid di medan jihad Afghanistan. Berikut kesaksiannya :

“Beliau terbunuh dalam sebuah sergapan musuh. Beliau adalah orang yang sangat rendah hati dan aku bergaul dengan beliau selama 4 tahun. Demi Allah, wajahnya sangat bersinar terlihat seakan-akan dia tersenyum dan tidak terbunuh. Aku dan temanku mencium bau wangi dari jasad Usamah, aneh! Bau apa ini ?, aku mencium bau wanginya sangat kuat. Demi Allah, selama hidupku aku tak pernah mencium bau sewangi ini. Saya masih menyimpan sejumlah uang kertas yang saya usapkan pada darahnya ketika itu. Dari darahnya ini tercium semerbak bau misk dan tidak hilang hingga 40 hari sejak beliau meninggal.”

Subhanallah. Senyum mujahidin dan wangi tubuh mereka adalah sebuah bukti dari Allah SWT kepada para mujahidin bahwa mereka di sisi Allah SWT menempati derajat yang mulia dan karena hal itu pulalah mereka tersenyum dan bergembira. Allah SWT berfirman :


“Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, sebenarnya mereka itu hidup di sisi Tuhannya mendapat rezeki. Mereka bergembira dengan karunia yang diberikan Allah kepadanya, dan bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka bahwa tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia dari Allah. Dan sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.” (QS. Ali Imran (3) : 168-171)
Wallahu’alam bis Showab!

Popular Posts